Review Film Warkop DKI Reborn Part 2: Sebuah Tribute untuk IQ Jongkok dan Setan Kredit - Nanarow.com
439
post-template-default,single,single-post,postid-439,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-11.2,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Review Film Warkop DKI Reborn Part 2: Sebuah Tribute untuk IQ Jongkok dan Setan Kredit

Tahun 2016 kita dikejutkan dengan pencapaian Falcon Pictures yang berhasil membuat film garapannya tembus 6,8 juta penonton hingga menahtakannya sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Tahun ini, rumah produksi milik HB Naveen itu mencoba kembali mengulang kesuksesannya. Memanfaatkan ikon komedi klasik, Dono, Kasino, dan Indro, Falcon akan kembali membawa spirit grup lawak legendaris ini hadir ke layar lebar dengan wajah baru yang dibalut dengan jokes kekinian.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 masih dibintangi oleh tiga sekawan, Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Indro serta Hannah Al Rashid sebagai Sophie. Para anggota CHIPS ini akan kembali melanjutkan petualangan mereka yang terhenti di part pertama.

Terakhir kali Dono, Kasino, dan Indro mencoba untuk menebus hutang mereka dengan mencari harta karun agar terlepas dari hukuman penjara. Sebuah petunjuk akhirnya membawa mereka ke negeri seberang, Malaysia. Malangnya saat di bandara, tas mereka yang berisikan petunjuk harta karun tertukar dengan tas milik wanita berbaju merah. Setelah ditelusuri wanita berbaju merah itu adalah Nadia (Nur Fazura), seorang peneliti muda dari Laboratorium Arann, Malaysia.

Tak hanya bersedia mengembalikan tas, Nadia juga bersedia menemani perjalanan trio DKI mencari harta karun dengan iming-iming bagi hasil. Petunjuk pun mengarahkan mereka ke sebuah pulau tak berpenghuni di bagian paling barat Malaysia. Di pulau ini mereka bertemu dengan peristiwa seram sekaligus konyol yang turut melibatkan makhluk-makhlub gaib seperti pocong, kuntilanak, hingga pohon hidup.

Kelak di pulau inilah semua teka-teki akan terjawab. Bahkan trio Warkop DKI juga dihadapkan dengan kejutan-kejutan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Apakah itu?

Campuran jokes lawas dan kekinian

Tak perlu khawatir tidak bisa mengikuti jalan cerita karena belum menonton film pertamanya. Di awal film kita akan disajikan adegan kilas balik yang mengingatkan penonton pada rentetan kejadian di part 1. Setelah adegan flashback ditunaikan, terselip pula adegan-adegan lucu mulai dari keributan Indro dengan penjual sabuk, pertengkaran lokasi toilet gara-gara Dono, hingga Kasino masuk ke toko serba KW yang diadaptasi dari seri film Warkop berjudul Sama Juga Bohong.

Masih disutradarai oleh Anggy Umbara, kali ini Anggy kembali menggandeng Bene Dion Rajagukguk dan Andi Awwe Wijaya yang juga menulis naskah film pertamanya. Lupakan soal jalan ceritanya yang klise, faktor yang paling penting adalah bagaimana setiap adegannya berhasil memancing tawa.

Lawakan-lawakan khas Warkop DKI pun akan kembali kamu jumpai. Kali ini kisahnya diadaptasi dari versi original-nya yang berjudul IQ Jongkok dan Setan Kredit. Tentu saja, kita akan dibawa bernostalgia dengan lawakan-lawakan klasik khas trio Warkop. Anggy juga bereksplorasi dengan mencampurnya dengan jokes-jokes kekinian, salah satunya saat mengajak penonton berinteraksi dengan lawakan mereka. Hasilnya? Ya, beberapa memang berhasil memecah tawa, namun tak sedikit pula yang gagal, bahkan cenderung dipaksakan.

Kejutan lainnya, tak hanya berhasil membuat penonton tertawa berjamaah di dalam bioskop, film ini juga sukses membuat kita bernostalgia dengan adegan-adegan klasik yang disadur dari film-film Indonesia jadul. Ditambah pula dengan colour grading yang berhasil menciptakan kesan vintage dalam film. Dua hal ini adalah part terbaik dalam film ini.

 

Sementara itu Abimana tetap tampil paling menonjol. Aktingnya tak hanya berkutat pada gigi palsu dan perut buncitnya, namun ia juga berhasil menirukan gaya bicara dan gesture asli Dono meski tidak 100% sempurna. Selebihnya, Vino tampil terlalu ekstra dengan porsi dialognya yang mendominasi, sementara Tora tak lebih dari sekadar pelengkap film.

Sekali lagi, film ini dibuat bukan untuk mengganti melainkan untuk melestarikan dan memperkenalkan sosok-sosok legendaris pada generasi kekinian. Grup lawak legend yang digawangi oleh Dono, Kasino dan Indro tetap tidak akan tergantikan.

Selain nama-nama di atas, film komedi ini juga menampilkan sederet artis-artis ternama seperti Babe Chabita, Ence Bagus, Nora Danish, dan masih banyak lagi. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 tayang serentak di bioskop mulai 31 Agustus 2017.

Source: Taken from my own article at BookMyShow Indonesia. Click here.

 

No Comments

Post A Comment