Review Film Ben-Hur: Film Asyik Tapi Jeblok di Box Office - Nanarow.com
503
post-template-default,single,single-post,postid-503,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-11.2,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Review Film Ben-Hur: Film Asyik Tapi Jeblok di Box Office

Ben-Hur adalah sebuah karya klasik di jagad Hollywood. Filmnya sudah berulang kali diremake dengan gayanya masing-masing. Ben-Hur terakhir kali dibuat di tahun 1959 silam dan meraih kesuksesan besar. Tak hanya menuai keuntungan berlipat, film arahan sutradara Willliam Wyler itu juga berjaya di festival-festival film bergengsi, salah satunya memboyong 11 piala Oscar. Wow!

Tapi apa jadinya ya jika Ben-Hur kembali dibuat? Akankah secermerlang nasib film pendahulunya? Yaa, di tahun 2016 ini kisah Ben-Hur kembali hadir di layar lebar. Kali ini Ben-Hur muncul lewat tangan dingin sutradara Timur Bekmambetov dan diperankan oleh bintang-bintang ternama Hollywood masa kini.

Mengambil jalan cerita yang sedikit berbeda dengan versi pendahulunya, film Ben-Hur menceritakan kisah persaudaraan Judas Ben-Hur (Jack Huston) dan Messala (Toby Kebbel). Judas dan Messala adalah saudara angkat yang berasal dari keluarga berbeda. Judas merupakan keturunan Yahudi, sementara Messala adalah keturunan Romawi yang diasuh oleh keluarga kaya Judas di Jerussalem.

Nasib membawa jalan Messala berpetualang keluar dari Jerusalem. Tiga tahun mengadu nasib membawa keberuntungan bagi Messala. Karirnya cemerlang dan berhasil menjadi tentara kepercayaan Romawi. Sekembalinya ke Jerussalem, Messala disambut meriah oleh keluarga Judas. Namun ternyata Messala punya misi tersembunyi yaitu meminta Judas memperingatkan warganya. Sayangnya permintaan Messala tidak digubris sama sekali oleh Judas.

Hingga pada suatu hari nasib nahas menimpa Judas sekeluarga. Judas dianggap sebagai pembelot karena dituduh menyerang tentara Romawi. Raungan Judas yang meminta tolong pada Messala pun tidak digubris. Imbasnya, adik dan Ibu Judas disalib, sementara Judas diasingkan sebagai budak di kapal perang. Ahh miris sekali.

Konflik terus bergulir. Bertahun-bertahun Judas bertahan sebagai budak yang bekerja keras mendayung kapal perang. Kehidupannya berubah drastis. Kebenciannya membuahkan dendam kesumat pada Messala yang dianggapnya telah membawa bencana dalam kehidupannya.

Meski telah diremake berulang kali, film Ben-Hur tetap memberikan esensi tersendiri bagi para pecintanya. Dengan budget produksi sebesar USD 100 juta, membuat sutradara film lebih leluasa menghadirkan adegan dramatis yang diiringi dengan aksi-aksi laga yang mendebarkan. Naskah film yang dibuat oleh kolaborasi Keith Clarke dan John Ridley juga terasa begitu matang. Hal ini terbukti dengan alur cerita yang terasa pas diikuti. Penonton begitu terlarut dengan cerita dramatik dan pergulatan konflik para pemainnya.

Jeblok di Box Office

Sayang sekali naskah cerita yang kuat rupanya tidak mampu mendongkrak kesuksesan film Ben-Hur versi masa kini. Padahal usaha kerasnya cukup bisa diacungi jempol, salah satunya dengan menggaet aktor-aktor Hollywood ternama. Selain Jack Huston dan Toby Kebbel, film Ben-Hur juga menghadirkan aktor populer Morgan Freeman dan Rodrigo Santoro. Nama-nama aktor ini jelas terasa pas untuk menarik animo penonton.

Sejak pertama kali dirilis di Amerika, film Ben-Hur jeblok di pasaran. Di minggu pertama penayangannya, film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures tersebut hanya mampu bertengger di posisi ke-6 Box Office. Perlahan tapi pasti, film Ben-Hur terlempar keluar dari daftar 10 besar. Selain itu IMDB dan Rotten Tomatoes juga sangat pelit memberikan nilai bagi film Ben-Hur. Padahal jika diperhatikan film ini sebenarnya sangatlah menghibur lho dengan aksi drama dan laga yang menegangkan. What a poor Ben-Hur!

 

Source: Taken from my own article at BookMyShow Indonesia. Click here.

No Comments

Post A Comment