Membandingkan Film Raditya Dika dan Ernest Prakasa, Mana Pilihanmu? - Nanarow.com
494
post-template-default,single,single-post,postid-494,single-format-standard,qode-quick-links-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-11.2,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2.1,vc_responsive

Membandingkan Film Raditya Dika dan Ernest Prakasa, Mana Pilihanmu?

Selain film Hangout karya Raditya Dika, di penghujung tahun 2016 kita juga disuguhi oleh film Indonesia karya Ernest Prakasa yang berjudul Cek Toko Sebelah. Entah momennya yang bersamaan ataukah memang disengaja, sejarah pun kembali terulang. Yap, untuk kedua kalinya Radit dan Ernest merilis karya film di momen yang hampir bersamaan. Setelah di penghujung tahun 2015 kemarin, film Single punya Radit dan Ngenest milik Ernest bersaing ketat, kini persaingan panas itu lagi-lagi terulang.

Hanya berselang sepekan setelah Hangout dirilis, film Cek Toko Sebelah menyusul tayang di bioskop Tanah Air. Hingga berita ini diturunkan, film Hangout telah menembus 2 juta penonton di pekan kedua penayangannya, sementara Cek Toko Sebelah meraih hampir 1 juta penonton di minggu pertama penayangannya. Melihat dari ketatnya persaingan, bukan hal yang mustahil jika kedua film ini akan saling menyusul meraih jumlah penonton terbanyak seiring dengan penayangannya di bioskop.

Nah jika kamu fans berat Radit atau pun Ernest, membandingkan tipikal film dari kedua sineas populer ini tentu bukanlah hal yang aneh. Mengingat keduanya punya background yang sama di mana sama-sama berangkat dari panggung Stand Up Comedy.

Yuk kita rangkum perbedaan film-film karya Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Hmm, kira-kira film siapa ya yang jadi favoritmu?

Raditya Dika

 

  1. Raditya Dika pertama kali merambah dunia layar lebar pada tahun 2009. Tak langsung menjadi sutradara, kala itu Radit hanya berperan sebagai pemain. Barulah di tahun 2014 ia menyutradarai film pertamanya yang berjudul Marmut Merah Jambu. Selain sebagai sutradara, Radit juga menulis naskah dan membintangi filmnya.
  1. Tak jauh berbeda seperti gaya bertuturnya di novel dan panggung Stand Up Comedy, film-film Raditya Dika kebanyakan didominasi oleh kisah asmara dan petualangan cintanya.
  1. Radit seringkali membangun karakternya sebagai anak muda polos yang kurang beruntung dalam hal asmara.
  1. Film-filmnya selalu dihiasi oleh wanita-wanita cantik nan seksi.
  1. Barulah di tahun 2016 Radit mencoba peruntungan barunya. Move on dari tema percintaan, Radit mencoba genre komedi-thriller dalam film berjudul Hangout. Film hasil kerjasamanya dengan Rapi Films ini menjadi gaya baru Radit sebagai seorang sineas.
  1. Tak lagi membahas soal asmara dan kisah cinta-cintaan, film Hangout dihiasi dengan jokes-jokes real yang dialami oleh para pelaku dunia hiburan.
  1. Meski begitu karakter yang ditampilkan Radit tidak serta-merta berubah. Radit tetap menampilkan image sebagai seorang pemuda polos nan cupu yang mudah di-bully oleh orang-orang di sekitarnya.
  1. Film-film Radit mengangkat tema yang lebih ringan dan sederhana.

Ernest Prakasa

 

  1. Ernest Prakasa mengawali karirnya di dunia film pada 2013. Sama halnya seperti Raditya Dika yang tak langsung menjadi sutradara, Ernest juga mengawali perannya sebagai pemain film dalam film Make Money.
  1. Setelah membintangi 5 film, Ernest lalu memberanikan diri merilis karya film pertamanya yang berjudul Ngenest (2015). Dalam film yang diangkat dari novelnya ini, Ernest juga berperan sebagai pemain, penulis naskah, serta sutradara.
  1. Jika Radit lebih banyak bicara tentang kisah cinta-cintaan, beda halnya dengan Ernest. Pria berusia 34 tahun ini lebih sering mengangkat isu sosial yang biasanya dikaitkan dengan keberadaannya sebagai warga keturunan etnis Tionghoa. Bercandaannya pun seringkali bersifat memperolok dirinya sendiri.
  1. Mengambil tema yang sangat sensitif, Ernest justru tampil blak-blakan. Ia pun tak segan memanggil dirinya “Cina”.
  1. Tahun 2016 Ernest kembali merilis film keduanya yang berjudul Cek Toko Sebelah. Seperti film pertamanya, film produksi Starvision ini memaparkan kehidupan warga Tionghoa di Indonesia yang biasanya berprofesi sebagai pedagang kelontong.
  1. Meski dikemas dengan gaya bertutur ringan, film Cek Toko Sebelah mengangkat tema cerita yang lebih rumit.
  1. Ernest kembali membawa beragam kultur ke dalam filmnya, meski inti cerita tetap berfokus pada budaya Tionghoa di Indonesia.
  1. Gaya penyutradaraan Ernest terlihat lebih matang dengan porsi drama dan komedi yang disajikan secara pas.Yap, di luar plus dan minus karya-karya film Raditya Dika maupun Ernest Prakasa, keduanya patut mendapat acungan jempol. Sebab kehadiran mereka sama-sama turut mewarnai dan menambah gairah perfilman Tanah Air.

Anyway buat kamu yang belum nonton film Hangout dan Cek Toko Sebelah, segera nonton filmnya ya supaya kamu bisa membandingkan sendiri film-film karya idolamu.

 

Source: Taken from my own article at BookMyShow Indonesia. Click here.

 

No Comments

Post A Comment